Rabu, 21 Desember 2011

LINGKUNGAN HIDUP DAN PERMASALAHANNYA


2.1 Pengertian Lingkungan Hidup
Yang dimaksud dengan lingkungan adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam ruang yang kita tempati.Pengertian lingkungan hidup menurut para ahli :
a.       Ahmad (1987:3)
Lingkungan hidup adalah sistem kehidupan di mana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem.
b.      St. Munajat Danusaputra
Lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya
c.       Emil Salim
Lingkungan hidup adalah segala benda,kondisi,keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupa manusia.
d.      Otto Soemarwoto
Dalam bahasa inggris istilah lingkungan adalah environment. Selanjutnya dikatakan,lingkungan atau lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang ada pada setiap makhluk hidup atau organisme dan berpengaruh pada kehidupannya.
e.       Undang-undang nomor 23 Tahun 1997
Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
            Jadi dapat disimpulkan bahwa lingkungan hidup adalah segala sesuatu (benda, keadaan, situasi) yang ada di sekeliling makhluk hidup dan berpengaruh terhadap kehidupan (sifat, pertumbuhan, persebaran) makhluk hidup yang bersangkutan.

2.2 Jenis-jenis Lingkungan Hidup
1.      Lingkungan Hidup Alami
Lingkungan hidup alami merupakan lingkungan bentukan alam yang terdiri atas berbagai sumber alam dan ekosistem dengan komponen-komponennya, baik fisik, biologis. Lingkungan hidup alami bersifat dinamis karena memiliki tingkat heterogenitas orgaanisme yang sangat tinggi.
2.      Lingkungan Hidup Binaan atau Buatan
Lingkungan hidup binaan atau buatan mencakup lingkungan buatan manusia yang dibangun dengan bantuan atau masukan teknologi, baik teknologi sederhana maupun teknologi modern. Lingkungan hidup binaan atau buatan bersifat kurang beraneka ragam karena keberadaannya selalu diselaraskan dengan kebutuhan manusia.
3.      Lingkungan Hidup Sosial
Lingkungan hidup sosial terbentuk karena adanya interaksi sosial dalam masyarakat. Lingkungan hidup sosial ini dapat membentuk lingkungan hidup binaan tertentu yang bercirikan perilaku manusia sebagai makhluk sosial. Hubungan antara individu dan masyarakat sangat erat dan saling mempengaruhi serta saling bergantung.

2.3 Permasalahan Lingkungan Hidup
1)      Permasalahan Sampah
Sampah adalah sisa-sisa benda atau barang yang telah digunakan manusia. Sampah dibagi menjadi dua bentuk,yaitu anorganik dan organik.Sampah anorganik  adalah sampah yang berasal dari benda-benda yang tidak dapat diuraikan.misalnya, plastik, kaleng, dan lain-lain. Sedangkan sampah organik adalah sampah yang terbentuk  dari zat-zat organik dan dapat diuraikan. Misalnya, daun rontok, kertas, dll.Tujuan memisahkan sampah organik dan anorganik adalah memudahkan untuk pengolahan sampah lebih lanjut.Sampah anorganik tidak dapat membusuk dan hilang dari bumi dengan cepat tidak seperti sampah organik. Maka pengolahan berikutnya adalah dengan mendaur ulangnya menjadi barang-barang lain. Pengolahan sampah organik lain lagi, karena dapat membusuk sampah organik dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Untuk mendaur ulang sampah organik, kita bisa membuat sendiri di rumah atau untuk yang lebih profesional lagi dapat menggunakan peralatan canggih di pabrik-pabrik besar. Sampah yang bisa didaur ulang sendiri adalah misalnya botol plastik. Botol plastik dapat diubah bentuknya menjadi kerajinan tangan dan dapat dijual. Untuk pengelolaan yang lebih profesional, biasanya adalah sampah-sampah logam yang berbentuk kaleng atau besi. Kaleng atau besi ini dilebur untuk kemudian dibentuk menjadi barang lain. Ini sangat menghemat penggunaan logam karena tidak perlu menambang logam yang baru. 
2)      Polusi dan Limbah
Polusi adalah pencemaran. Biasanya kita mengasosiasikan polusi ini dengan polusi udara, padahal yang namanya polusi itu segala sesuatu pencemaran mulai dari air, udara, sampai polusi tanah. Pabrik adalah salah satu penyebab polusi udara rata-rata dihasilkan dari gas buang kendaraan bermotor atau asap-asap pabrik. Dengan adanya asap itu,udara menjadi kotor dan kita yang menghirupnya juga akan merasa sesak. Sebenarnya banyak cara untuk membersihkan SDA yang terkena polusi. Untuk memulihkan tanah yang sudah tercemar, kita dapat melakukan konsirvasi tanah. Caranya adalah dengan penghijauan. Tumbuhan dapat membantu penyuburan tanah dan dapat menyerap beberapa zat kimia dari dalam tanah. Untuk air, kita dapat melakukan penyaringan air dengan teknologi canggih atau teknologi sederhana. Caranya adalah dengan menumpuk lapisan-lapisan pasir, batu kerikil, dan tanh di sebuah drum. Lalu air yang kotor dimasukkan dan jika air telah mengalir dibagian bawah drum, air akan menjadi bersih. Lapisan-lapisan tadi telah menyaring kotoran-kotoran pada air sehingga air bisa bersih kembali.
3)      Global Warming atau Pemanasan Global
Global warming atau pemanasan global adalah proses peningkatan suhu bumi yang diakibatkan oleh efek rumah kaca. Efek rumah kaca adalah afek yang dihasilkan gas-gas rumah kaca yang menahan sinar matahari agar tetap di dalam bumi dan tidak mengalami radiasi ke luar angkasa. Efek rumah kaca ini sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena jika tidak ada efek ini, suhu bumi akan sangat dingin. Tetapi jika jumlah gas rumah kaca ini melebihi batas normal, maka peningkatan suhu bumi juga akan semakin besar. Inilah yang dinamakan oleh para ilmuwan dengan global warming atau pemanasan global. Suhu bumi meningkat dikarenakan gas yang diterima bumi tidak dapat diradiasikan ke luar angkasa kembali. Karena suhu bumi yang semakin panas, terjadi perubahan iklim dunia atau yang disebut Climate Change.
Tips mengurangi global warming :
a.       Bidang makanan dan minuman
·         Kurangi konsumsi daging,bervegetarian adalah yang terbaik.Berdasarkan penelitian, untuk menghasilkan 1 kg daging,sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum. Bayangkan bagaimana kita menyelamatkan bumi dari kekurangan pangan jika kita bervegetarian.Peternakanjuga menyumbang 18% “jejak karbon” dunia, yang mana lebih besar dari sektor transportasi ( mobil, motor, pesawat,dll). Belum ditambahlagi dengan bahayagas-gas rumah kaca tambahan yang dihasilkan oleh aktifitaspeternakan lainya seperti metena yang notabene 3 kali lebih berbahaya dari CO2. Dan gas NO yang 300 kali lebih berbahaya dari CO2. Dan yang pasti banyak manfaat kesehatan dan spiritual dari bervegetarian. Anda akan menjadi lebih sehat dan pengasih.
·         Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar. Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan menurunkan energi yang terbuang akibat proses dan transportasi yang berulang-ulang. Makanan segar juga lebih sehat bagi tubuh kita.
·         Beli produk lokal, hasil pertanian lokal sangat murah dan juga sangat menghemat energi, terutama jika kita menghitung energi dan biaya transpirtasinya. Makanan organik lebih ramah lingkungan, tetapi periksa juga asalnya.jika diimpor dari daerah lain, kemungkinan emisi karbon yang dihasilkan akan lebih basar daripada manfaatnya.
·         Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas. Aakan lebih baik lagi jika anda bisa menggunakannya berulang-ulang. Energi untuk membuat satu kaleng alumunium setara dengan energi untuk menyalakan TV selama tiga jam.
·         Beli dalam kemasan besar. Akan jauh lebih murah, juga menghemat sumber daya untuk kemasan. Jika terlalu banyak, ajaklah teman atau saudara anda untuk berbagi saat membelinya.
b.      Peralaatn rumah tangga dan kebutuhan sehari - hari
v  Turunkan suhu AC
v  Gunakan pemanas air dengan tenaga surya. Meskipun lebih mahal, dalam jangka panjang hal ini akan menghemat tagihan listrik. (bahkan saat ini sudah ada penerang jalan dengan tenaga surya )
v  Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes
v  Gunakan lampu hemat energi
v  Maksimalkan pencahayaan dari dalam
v  Jika pengisian baterai sudah penuh,segera cabut
v  Kurangi waktu dalam membuka lemari es
v  Gunakan deterjen dan pembersih ramah lingkungan
v  Jika menggunakan deodorant atau produk-produk semprot lainnya,jangan mengunakan aerosol. Pilihan spray dengan kemasan botol kaca akan lebih baik. Aerosol juga penyumbang besar dalam pencemaran udara


4)      Kerusaakan hutan
Kawasan hutan yang telah rusak disebabkan antara lain adalah
 oleh :
*      Adanya ilegal logging atau perambatan hutan. Perambatan hutan pada umunya bertujuan untuk keperluan perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, dll. Bahkan TNKS juga tidak luput dari dari kegiatan ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan gundulnya hutan di wilayah TNKS.
*      Sering terjadi kebakaran hutan
*      Laju perusakan hutan tidak sebanding dengan upaya poerlindungan
*      Masih luasnya lahan kritis di luar hutan karena pengelolaan secara tradisional dan praktek perladangan berpindah
*      Belum optimalnya penegakkan hukum dalam percepatan penyelesaiian undang-undang pelanggaran atau kejahatan di bidang kehutanan


Upaya untk memulihkan hutan yang rusak adalah :
Ø  Dalam jangka pendek adalah penegakkan hukum. Hal ini sangat penting untuk mencegah praktek-praktek ilegal logging yang semakin meluas.
Ø  Hendaknya kegiatan pembangunan memperhatiakan aspek lingkungan. Hal ini sering kali ddilanggar oleh pelaksana pembangunan
Ø  Upaya penanaman kembali hutan yang telah rusak. Penghijauan telah dilakukan namun belum efektif memulihkan kondisi hutan
Ø  Dalam jangka menengah dapat dilakukan sosialisasi dan pendidikan lingkungan pada orang dewasa terutama yang tinggal di sekitar hutan lindung.
Ø  Dalam jangka panjang pendidikan lingkungan menjadi salah satu pelajaran muatan lokal baik di SD, SMP, SLTA maupun perguruan tinggi.

5)      Penurunan Keanekaragamann Hayati
Sebagai akibat kerusakan hutan, pembukaan lahan, praktek pengolahan lahan yang kurang memperhatikan pertanian, maka terjadi penurunan keanekaragaman hayati. Contohnya, kantong semar yang dahulu sangat banyak dijumpai di Bengkulu sekarang menjadi sedikit jumlah dan jenisnya. Kegiatan pembukaan lahan yang kurang ramah lingkungan seperti lahan disemprot dapat menyebabkan telur-telur dan flor lainnya tidak berkembang. Satwa liar sangat menurun dan kemudian masuk kriteria dilindungi. Satwa-satwa tersebut antara lain badak Sumatera,harimau Sumatera, tapir, beruang madu, rusa sambar, siamang, walet hitam, serta kura-kura. Upaya untuk mencegah punahnya flora dan fauna langka tersebut antara lain :
§  Konservasi in-situ : upaya pelestarian flora dan fauna langka beserta ekosistemnya di kawasan konservasi.
§  Konservasi ex-situ : UNIB telah mencoba membiakkan raflesia alnordi dengan menggunakan kultur jaringan, tapi belum berhasil.
§  Program penangkaran satwa langka
§  Penyuluhan tentang penangkaran satwa secara intensif
§  Memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang keanekaragaman hayati dan manfaatnya bagi masyarakat
§  Peningkatan kemampuan sumber daya manusia
§  Memasukkan keanekaragaman hayati ke dalam kurikulum SD, SMP, SMA, serta perguruan tinggi
§  Memperluas habitt satwa liar















DAFTAR PUSTAKA
Anonimus.1998.Kebakaran Hutan dan Lahan di indonesia.KLH-UNDP. Jakarta.
Anonimus.2004.Profil Kehutanan Kabupaten Lebong.Dinas Kehutanan Lebong.Bengkulu.
Armanto,dan Wildayana.1998.Analisis Permasalahan Kebakaran Hutan dan Lahan dalam pembangunan pertanian dalam arti luas.lingkungan dan pembangunan 18 (4) : 304-318.
Rahmi,D.H. dan B.Setiawan.1999.Perancangan kota ekologi.Dikti, P & K.Jakarta.
Soemarwoto,O.1991.Indonesia dalam kancah isu lingkungan global. Gramedia  pustaka utama. Jakarta.
Trihardi,B.1997.Berbagai kegiatan yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai di Propinsi Bengkulu : Penentuan Titik –titik monitoring. Universitas Bengkulu. Bengkulu.
           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar